Tampilkan postingan dengan label articles antropologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label articles antropologi. Tampilkan semua postingan

Suku Sakai merupakan komunitas asli suku pedalaman yang hidup di daratan Riau. Mereka selama ini sering dicirikan sebagai kelompok terasing yang hidup berpindah-pindah. Dari tempat tinggal, masyarakat Sakai dapat dibedakan menjadi sakai Luar dan sakai Dalam.

Sakai dalam merupakan warga sakai yang masih hidup setengah menetap dalam rimba belantara, dengan mata pencarian berburu, menangkap ikan dan mengambil hasil hutan. Sakai luar adalah warga yang mendiami perkampungan berdampingan dengan pemukiman-pemukiman puak melayu dan suku lainnya.

Propinsi Riau didiami masyarakat suku terasing yang terdiri dari 5 suku yang termasuk kategori masyarakat terasing. Kelima suku terasing tersebut adalah:
  1. Suku Laut
  2. Suku Hutan
  3. Suku Talang Mamak
  4. Suku Bonai
  5. Suku Akit
Suku sakai tergolong dalam ras Veddoid dengan ciri-ciri rambut keriting berombak. Kulit coklat kehitaman, tinggi tubuh laki-laki sekitar 155 cm dan perempuan 145 cm. Untuk berhubungan satu sama lain, orang Sakai menggunakan bahasa sakai. Banyak diantara mereka mengujar logat-logat bahasa batak Mandailing, bahasa Minangkabau dan bahasa Melayu.

Dilingkungan masyarakat suku sakai masih ditemukan upacara yang berkaitan dengan daur hidup (Life cycle). Pelaksanaan upacara tersebut dilaksanakan secara turun temurun yang masih dipertahankan oleh masyarakat suku sakai. Adapun upacara tersebut antara lain:
  1. Upacara kematian
  2. Upacara kelahiran
  3. Upacara pernikahan
  4. Upacara penobatan batin (orang yang dituakan atau pemimpin suku) baru.
Selain upacara yang berkaitan dengan lingkungan hidup (ife cycle) ada juga upacara yang berkaitan dengan peristiwa alam diantaranya,
  1. Upacara menanam padi
  2. Upacara menyiang
  3. Upacara sorang sirih
  4. Upacara tolak bala.
Pada saat ini masyarakat suku sakai sudah mengalami perubahan sebagian sudah memeluk agama Islam dan memperoleh pendidikan mulai Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Masyarakat Suku sakai tidak hanya bekerja sebagai peramu tetapi sudah ada yang bekerja sebagai guru, pegawai negeri, pedagang, petani dan nelayan. Walaupun sudah mengalami perubahan dalam masyarakat sakai tetapi masih berkaitan dengan upacara daur hidup masih melekat dalam kehidupan mareka. Masyarakat berpandangan apabila tidak melaksanakan upacara tersebut akan mendapatkan musiah menurut kepercayaan mereka yaitu akan diganggu oleh makhluk-makhluk gaib yang dinamakan antu (hantu).

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Download .doc
Lengkap link berikut: Makalah Adat Istiadat Suku Sasak
 

Mengenal dan Penelitian Adat Istiadat  Suku Sasak - Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa.

Lombok yang terkenal sebagai tempat wisata yang indah ini, dihuni oleh satu suku yang unik kebudayaannya untuk diketahui lebih dalam lagi.

Dengan letak geografis antara 116o - 117o Bujur Timur dan 8o -9o Lintang Selatan.

Pulau ini berbentuk menyerupai bentuk bulat dan juga berbentuk semacam “ekor” di sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km.

Luas pulau ini juga mencapai 5.434 km2. Menurut data dari Kabupaten Lombok Timur, pada tahun 2007 jumlah penduduk 1.067.673 jiwa yang terdiri atas 486.645 jiwa (45,63%) laki-laki dan perempuan 581.028 jiwa.

Membahas 7 unsur kebudayaan lebih dalam lagi tentang seluk-beluk kebudayaan dari Suku Sasak:

1. Sistem Teknologi
• Rumah Adat
• Benda-benda

2. Sistem Religi / Kepercayaan
• Sejarah masuknya agama Islam
• Ritual-ritual suku sasak
• Upacara adat

3. Sistem Bahasa
• Dialek bahasa
• Tingkatan bahasa
• Aksara

4. Sistem Mata Pencaharian
5. Sistem Pengetahuan
• Waktu

6. Sistem Kesenian
• Ragam kesenian Suku Sasak
• Pakaian adat

7. Organisasi Sosial
• Sistem keluarga
• Pelapisan Sosial
• Sistem kekerabatan
• Penikahan Suku Sasak
• Sistem Pemerintahan

Nenek moyang Suku Sasak berasal dari campuran penduduk asli Lombok dengan para pendatang dari Jawa Tengah yang terkenal dengan julukan Mataram, pada jaman Raja yang bernama Rakai Pikatan dan permaisurinya Pramudhawardani. Kata sasak itu sendiri berasal dari kata sak-sak yang artinya sampan. Karena moyang orang Lombok pada jaman dulu berjalan dari daerah bagian barat Lomboq(lurus) sampai kearah timur terus menuju sebuah pelabuhan di ujung timur pulau yang sekarang bernama Pelabuhan Lombok. Mereka banyak menikah dengan penduduk asli hingga memiliki anak keturunan yang menjadi raja sebuah kerajaan yang didirikan yang bernama Kerajaan Lombok yang berpusat di Pelabuhan Lombok. Setelah beranak pinak, sebagai tanda kisah perjalanan dari Jawa memakai sampan (sak-sak), mereka menamai keturunannya menjadi suku Sak-sak, yang lama-kelamaan menjadi Sasak.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Download .doc