Tampilkan postingan dengan label articles health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label articles health. Tampilkan semua postingan

Nutrisi Periodontal - Masih rendahnya status kesehatan seseorang dapat disebabkan antara lain karena faktor lingkungan tercemarnya udara, dan faktor perilaku. Hal ini bisa berpengaruh pada terjadinya berbagai penyakit.(Enwowu CO).


Untuk menjaga kesehatan tubuh yang juga menyangkut kesehatan rongga mulut dibutuhkan nutrisi. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi atau nutrisi atau unsur-unsur kimia yang dapat berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh. Makanan yang sehat akan berpengaruh pada kesehatan tubuh secara umum dan juga bisa berpengaruh terhadap rongga mulut yang merupakan bagian dari tubuh kita.(Mazotta MY).

Nutrisi atau Zat gizi dikelompokan menjadi 2 yaitu:
  1. Nutrisi atau zat gizi makro atau makronutrien terdiri dari: karbohidrat, lemak dan protein.
  2. Nutrisi atau zat gizi mikro atau mikronutrien terdiri dari: vitamin dan mineral. (Whitney ER dan Rolfes SR)
Jaringan periodontal adalah jaringan penyangga gigi yang merupakan salah satu elemen yang sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan, dimana kesehatan rongga mulut merupakan salah satu cerminan kesehatan tubuh secara keseluruhan.(Offenbachter S dkk 1993).

Penyakit periodontal adalah penyakit yang umum terjadi pada masyarakat yang diakibatkan karena ketidak pedulian masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut. Penyakit periodontal adalah penyakit keradangan dimana pengaruh langsung dari nutrisi kurang bermakna, tetapi ada beberapa keadaan dimana nutrisi mempunyai peranan yang penting, salah satunya adalah defisiensi dari vitamin C yang bisa menyebabkan scurvy pada gingival dimana gingival bisa kehilangan dukungan kolagen pada jaringan periodontal ligamennya.(Nishida M dkk).

Kontributor: Chris

Manifestasi klinik oftalmopati Graves juga dapat dibedakan menurut kelasnya, yaitu:

Kelas I
Tanda paling sering pada kelainan ini ialah retraksi palpebra superior (Dalrymple’s sign). Selain Dalrymple’s sign, akibat retraksi palpebra superior sering ditemukan juga fenomena lid lag atau von Graefe’s sign.

Perlu diingat bahwa pada keadaan retraksi palpebra yang mencolok, mata akan tampak melotot dan gambaran demikian sering disalahtafsirkan sebagai eksoftalmus.

Kelas II
Kelainan yang menyolok ialah kelainan jaringan lunak, baik palpebra, konjungtiva, maupun kelenjar lakrimal. Keluhan-keluhan yang biasa ditemukan ialah lakrimasi berlebihan, perasaan berpasir pada mata, fotofobia, rasa penuh pada palpebra atau pada seluruh mata. Tanda yang paling sering dijumpai ialah edema palpebra superior khususnya di bagian temporal sehingga menyerupai palpebra petinju, edema dan injeksi konjungtiva, kemosis, dan pembengkakan kelenjar lakrimal.

Kelas III
Tanda yang penting ialah eksoftalmus atau proptosis. Untuk mengetahui adanya proptosis dan untuk menyingkirkan salah tafsir dengan mata melotot akibat retraksi palbepra superior, sebaiknya diukur dengan eksoftalmometer. Di dalam kepustakaan Barat disebut proptosis apabila penonjolan bola mata > 22 mm, atau perbedaan antara kedua mata > 2 mm walaupun penonjolan tidak mencapai 22 mm. Pada orang Indonesia, penonjolan bola mata yang mencapai 18 mm sudah dianggap eksoftalmus.

Kelas IV
Kelainan mata kelas IV didasarkan pada terjadinya kelainan otot mata eksternal. Otot mata yang paling sering terganggu ialah m.rectus inferior. Diduga kelainan otot mata eksternal disebabkan oleh proses radang sehingga mengurangi elastisitas otot dan mengakibatkan terjadinya fibrosis. Ini merupakan alasan mengapa terapi dengan prednison harus segera dimulai.

Kelas V
Ditandai dengan kelainan pada kornea, yaitu kornea kering, keratitis, ulserasi, sampai perforasi. Kelainan kornea disebabkan oleh trias gejala yaitu retraksi palpebra superior, tidak dapat mengangkat bola mata, dan eksoftalmus.1

Kelas VI
Ditandai oleh keikutsertaan saraf optik berupa edema papil, papilitis, dan neuritis retrobulbar.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Kelainan Mata Penyakit Tiroid

Manifestasi klinik yang ditemukan pada oftalmopati Graves bervariasi.

Mata yang merah dan iritasi adalah temuan paling sering, namun reaksi inflamasi yang berakibat kerusakan penglihatan yang permanen cukup jarang ditemukan (< 1% kasus).

Tanda dan gejala lain yang mungkin timbul antara lain penglihatan ganda, dry eye, lakrimasi, peningkatan tekanan intraokuler, fotofobia, dan pembengkakan kelopak mata.

Gejala iritasi dan dry eye timbul karena adanya retraksi kelopak mata, sehingga pasien sulit menutup mata.

Peningkatan tekanan intraokuler terjadi karena pembengkakan otot-otot mata yang akan menekan saraf optik.

Hal ini menyebabkan pasien oftalmopati Graves berisiko mengalami glaukoma.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Kelainan Mata Penyakit Tiroid

Pada Anak-anak:
  • Korpus alienum: discharge unilateral.
  • Difteria hidung: discharge sanguinous bilateral.
  • Sinusitis: discharge profuse bilateral.
Dewasa
  • Sinusitis: discharge bilateral, penderita (+), orang lain (+)
  • Ozaena: discharge bilateral, Penderita (-), orang lain (+)
  • Nasofaringitis kronis: discharge postnasal bilateral, penderita (+), orang lain (-)
  • Rinitis kaseosa: discharge unilateral, penderita (+), orang lain (+)
  • Sifilis tertier: discharge bilateral, septum bagian tulang, penderita (+), orang lain (+)
  • Tuberkulosis: discharge bilateral, septum bagian kartilago, penderita (+), orang lain (+)
  • Neoplasma maligna: discharge uni/bilateral, penderita (+), orang lain (+).
  • Rinolit: discharge unilateral, penderita (+), orang lain (+).3
Pedoman diagnostik tersebut diatas akan mempermudah penentuan diagnosis secara klinis. Bila diagnosis masih meragukan dilakukan pemeriksaan khusus dan laboratorium.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Hidung Berbau

Gejala yang menyolok ialah nasal obstruction yang bersifat unilateral dan nasal bleeding.

Kadang-kadang ulserasi awal dan nasal bleeding terlihat lebih dulu sebelum nasal obstruction, terutama pada tumor kavum nasi yang anaplastik.

Diagnosis ditegakkan dengan biopsi yang diambil dari bagian yang tidak nekrotis.

Perlu diagnosis sedini mungkin, maka bila ada kecurigaan kearah malignansi, biopsi perlu segera dilakukan.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Hidung Berbau

Sifilis Tertier: Berupa gumma yang sering mengenai septum bagian tulang, yaitu pada vomer dan sering mencapai palatum durum. Bila terjadi nekrosis yang mengenai tulang dan meluas ke kartilago septum terjadilah perforasi septum. Foetor bersifat bilateral. Penyakit ini sekarang jarang dijumpai.

Tuberkulosis: Dalam hidung sebagai tuberkuloma yang banyak mengenai septum bagian kartilago. Untuk membedakan sifilis tertier dari tuberkulosis lebih baik dilakukan pemeriksaan darah lengkap dan biopsi. Pada tuberkulosis perlu dilakukan foto rontgen toraks dan nasal swab. Pada tuberkulosis, bila tuberkuloma pada septum bagian kartilago mengalami nekrosis, dapat juga terjadi perforasi septum, foetor dapat dirasakan bilateral. Penyakit itu sekarang juga jarang dijumpai.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Hidung Berbau

Rinitis kaseosa adalah perubahan kronis inflamatoar dalam hidung dengan adanya pembentukan jaringan granulasi dan akumulasi massa seperti keju yang menyerupai kolesteatoma.

Ada banyak teori tentang etiologi penyakit ini, diantaranya bahwa penyakit ini adalah akibat radang kronis dan nasal stenosis sekunder yang menyumbat nasal discharge.

Oleh perubahan mekanis dan kimiawi dan deskuamasi mukosa secara terus-menerus, terjadilah penumpukan massa seperti keju yang menyerupai kolesteatoma. Kebanyakan bersifat unilateral, dapat terjadi pada segala umur, tetapi terbanyak antara 30-40 tahun.

Karena kelainan ini adalah akibat sinusitis, penderita sendiri membau (+), orang lain (+).

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Hidung Berbau

Di nasofaring terdapat jaringan limpoid, kadang-kadang adenoid, dimana banyak tinggal bakteri-bakteri didalam kripti.

Bila ada infeksi virus maka bakteri tersebut menjadi virulen dan dapat meluas ke semua arah. Pada kebanyakan kasus penyakit ini bersifat self limiting, bila daya tahan tubuh baik penyakit segera sembuh.

Tetapi dapat juga penyakit menjadi kronis dan discharge nasofaring menjadi purulen serta mulai timbul bau, hal ini mulai dirasakan oleh penderita sendiri.

Penderita sering berusaha mengeluarkan discharge di nasofaring yang dirasakan sangat mengganggu.

Discharge pada nasofaringitis kronis bersifat bilateral.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Hidung Berbau

Disebut juga rhinitis chronica atrophicans cum foetida.

Karakteristiknya adalah adanya atropi mukosa dan jaringan pengikat submukosa struktur fossa nasalis, disertai adanya krusta yang berbau khas.

Untuk kepentingan klinis perlu ditetapkan derajat ozaena sebelum diobati, yaitu ringan, sedang atau berat, karena derajat ozaena menentukan terapi dan prognosisnya.

Biasanya diagnosis ozaena secara klinis tidak sulit. Adanya discharge yang berbau, bersifat bilateral, terdapat krusta kuning kehijau-hijauan.

Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita dari pada pria, terutama pada umur sekitar pubertas.

Penderita sendiri mengalami anosmia, sedang orang lain tidak tahan baunya.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Hidung Berbau

Kelainan bentuk fisik yang khas mungkin dapat berhubungan dengan gangguan pendengaran yang bersifat sindromik (SHL). Terdapat lebih dari 100 sindrom, kebanyakan berhubungan dengan tuli sensorineural, diantaranya adalah:

1. Alport syndrome:Kelainan ini mengenai sekitar 1 dari 200.000 orang. Memiliki karakteristik gangguan ginjal progresif dan gangguan pendengaran sensorineural. Lebih sering mengenai laki-laki disbanding wanita. Gangguan pendengaran biasanya bersifat bilateral dan simetris, dengan ketulian saraf progresif dan mengenai frekuensi tinggi. 

2. Pendred syndrome: Pendred syndrome memiliki gejala khas yang dikenal dengan trias gangguan pendengaran kongenital, goiter multinodul, dan penurunan patologis dari hasil tes perklorat. Gangguan pendengaran biasanya terjadi bilateral.

3. Waardenburg syndrome: Waardenburg syndrome mengenai sekitar 2 dari 100.000 kelahiran dan diperkirakan sebesar 2% dari seluruh masalah gangguan pendengaran kongenital di Amerika. Kelainan klinis yang tampak adalah kelainan pada tulang temporal termasuk atropi organ korti dan stria vaskular, dengan penurunan jumlah sel saraf pada ganglion spiralis. Gambaran klinis dari Waadenburg syndrome adalah kelainan lokasi dari kantus medial dan punkta lakrimalijs, hyperplasia high nasal root, gambaran albinisme melingkar pada rambut bagian depan, ketulian saraf unilateral atau bilateral yang bersifat ringan sampai berat.

4. Usher syndrome - sensorineural deafness: Usher syndrome mengenai sekitar 3 dalam 100.000 kelahiran hidup. Kelainan bersifat progresif yang sering ditemukan adalah kebutaan karena terjadinya retinitis pigmentosa, juga tuli saraf sedang sampai berat. Kelainan histopatologi yang ditemukan adalah adanya degenerasi epitel sensoris koklea. Tidak ditemukannya cochlear microphonic mengindikasikan adanya gangguan pendengaran.

5. Lainnya 
  • Branchio-Oto-Renal syndrome
  • X-linked Charcot Marie Tooth
  • Goldenhar syndrome
  • Jervell-Lange-Nielsen syndrome
  • Mohr-Tranebjaerg syndrome
  • Norrie disease
  • Stickler syndrome
  • Treacher Collins' syndrome 
Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Tuli Kongenital
the real han sung ju

NSHL merupakan gangguan pendengaran tersendiri yang tidak memiliki kaitan dengan kelinan fisik lainnya.

NSHL mengenai sekitar 1 dalam 4000 orang.

NSHL lebih sering merupakan kelainan pendengaran sensorineural.

NSHL terjadi pada 80% tuli genetik.

Kelainan genetik pada penderita NSHL memiliki 4 dasar kelainan, yaitu:


  • Autosomal resesif: Gangguan pendengaran kongenital yang bersifat autosomal resesif terjadi pada 75% dari seluruh tuli kongenital, dan berkaitan dengan mutasi Connexin 26, yaitu hilangnya suatu nukleotida (guanine). Connexin 26 merupakan protein protein yang terekspresikan pada koklea, berperan dalam proses perputaran ion K+ dalam koklea.3
  • Autosomal dominan
  • X-linked
  • Kelainan mitokondria
Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Tuli Kongenital

Timpanometri (Tympanometry) merupakan sejenis audiometri, yang mengukur impedansi (tahanan terhadap tekanan) pada telinga tengah.

Timpanometri digunakan untuk membantu menentukan penyebab dari tuli konduktif. Prosedur ini tidak memerlukan partisipasi aktif dari penderita dan biasanya digunakan pada anak-anak.

Timpanometer terdiri dari sebuah mikrofon dan sebuah sumber suara yang terus menerus menghasilkan suara dan dipasang di saluran telinga.

Dengan alat ini bisa diketahui berapa banyak suara yang melalui telinga tengah dan berapa banyak suara yang dipantulkan kembali sebagai perubahan tekanan di saluran telinga.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Tuli Kongenital

Struktur hidung dalam membentang dari os internum di sebelah anterior hingga koana di posterior, yang memisahkan rongga hidung dengan nasofaring.

Septum nasi merupakan struktur tulang di garis tengah, secara anatomi membagi organ menjadi dua hidung.

Pada dinding lateral hidung terdapat konka dengan rongga udara yaitu meatus superior, media dan inferior.

Ujung-ujung saraf olfaktorius menempati daerah kecil pada bagian medial dan lateral dinding hidung dalam dan ke atas hingga kubah hidung.

Deformitas struktur demikian pula penebalan atau edema mukosa berlebihan dapat mencegah aliran udara untuk mencapai daerah olfaktorius dan dengan demikian dapat mengganggu penciuman.


Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Hidung Berbau

Penatalaksanaan oftalmopati terdiri atas pengobatan medis, operasi, dan penyinaran:
Pengobatan medis. Pengobatan medis mencakup kontrol adekuat terhadap hipertiroidisme sebagai tindakan primer. Kasus-kasus parah dengan gejala hilangnya penglihatan, edema diskus, atau ulserasi kornea harus segera diterapi dengan kortikosteroid dosis tinggi. Obat imunosupresif dapat dipakai sebagai obat penunjang dan memungkinkan dosis kortikosteroid diturunkan. Tetes mata guanetidin dapat menghasilkan perbaikan retraksi kelopak temporer yang mungkin berguna secara kosmetik.

Operasi, yaitu dekompresi orbital khusus untuk proptosis berat, operasi otot mata untuk memperbaiki diplopia, dan operasi kelopak mata untuk kepentingan kosmetik. Menurut Small, hipertrofi otot levator memegang peranan penting dalam terjadinya retraksi kelopak mata atas. Atas dasar ini, maka teknik operasi yang dianjurkan Small adalah teknik levator proksimal, dimana dilakukan diseksi otot levator proksimal ke ligament Whitnall dan fiksasi kelopak mata atas dengan jahitan. Teknik ini diharapkan dapat mengurangi timbulnya retraksi kelopak mata atas.

Radiasi. Sering dilakukan pada penderita oftalmopati Graves yang aktif dengan protrusis berat. Meskipun begitu, terapi radiasi tidak boleh dilakukan pada penderita diabetes mellitus.

Beberapa tindakan pencegahan perlu dilakukan agar manifestasi kliniknya tidak menjadi lebih buruk. Merokok sebaiknya dihentikan, karena dapat memperburuk oftalmopati. Pada mereka dengan proptosis, kornea sebaiknya diproteksi dengan kaca mata atau tetes mata khusus untuk menjaga mata tetap basah.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Kelainan Mata Penyakit Tiroid

Presbilaringis (vocal cord concavity) merupakan suatu keadaan yang disebabkan penipisan dari otot dan jaringan-jaringan pita suara akibat penuaan.

Pita suara pada prebilaringis tidak sebesar daripada laring normal sehingga tidak dapat bertemu pada pertengahan, dan akibatnya pasien mengeluh suara menjadi parau, lemah dan berat.

Kondisi ini dapat diperbaiki dengan pemberian injeksi lemak atau bahan lain pada kedua pita suara sehingga penutupan dapat lebih baik.

Presbilaringis

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Suara Parau

Hal yang sering juga merupakan penyebab suara serak adalah refluks gastroesofageal, dimana asam lambung naik ke esofagus dan mengiritasi pita suara.

Banyak pasien dengan perubahan suara yang berkaitan dengan refluks, tidak mempunyai gejala rasa terbakar di lambung (heartburn).

Biasanya, suara mulai memburuk di pagi hari dan meningkat sepanjang hari.

Pasien mungkin akan merasakan sensasi gumpalan pada tenggorokannya, cairan yang menusuk tenggorokan, atau adanya keinginan yang kuat untuk membersihkan tenggorokannya.

Penatalaksanaan dari refluks ini meliputi modifikasi diet dan life style serta obat-obatan antirefluks seperti antagonis histamin (H2), atau proton pump inhibitor (PPI).

Penyebab lain dapat berasal dari sistemik seperti kelainan endokrin (hipotiroid), arthritis rematoid, penyakit granulomatosa, alergi, trauma laring.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Suara Parau

Fisiologi Hidung - Fungsi hidung antara lain untuk jalan nafas, alat pengatur kondisi udara (air conditioning), penyaring udara, indera penghidu, resonansi suara, membantu proses bicara dan reflek nasal.

a. Sebagai jalan nafas
Saat inspirasi, udara masuk melalui nares anterior, lalu naik ke atas setinggi konka media kemudian turun kearah nasofaring, sehingga udara berbentuk lengkungan atau arkus. Saat ekspirasi, udara masuk melalui koana dan kemudian mengikuti jalan yang sama seperti saat inspirasi, di bagian depan aliran udara memecah sebagian melalui nares anterior dan sebagian lagi ke belakang membentuk pusaran dan bergabung dengan aliran udara nasofaring.

b. Pengatur kondisi udara
Fungsi ini dilakukan dengan cara mengatur kelembaban udara dan mengatur suhu.

c. Sebagai penyaring dan pelindung
Fungsi ini berguna untuk membersihkan udara inspirasi dari debu dan bakteri dan dilakukan oleh rambut (vibrissae) pada vestibulum nasi, silia, palut lendir dan enzim yang dapat menghancurkan beberapa bakteri yang disebut lisozim.

d. Indera penghidu
Hidung bekerja sebagai indera penghidu karena adanya mukosa olfaktorius pada atap rongga hidung, konka superior dan sepertiga bagian atas septum nasi. Partikel bau dapat mencapai daerah ini dengan cara difusi dengan palut lendir atau bila menarik nafas dengan kuat.

Epitel olfaktorius adalah epitel berlapis semu berwarna kecoklatan dan terdiri dari tiga macam sel-sel saraf yaitu sel penunjang, sel basal dan sel olfaktorius. Lamina propia di daerah olfaktorius mengandung kelenjar olfaktorius Bowman. Sel penunjang dan kelenjar Bowman (Graziadei) yang menghasilkan mukus cair.

e. Resonansi suara
Resonansi oleh hidung penting untuk kualitas suara ketika berbicara dan menyanyi. Sumbatan hidung akan menyebabkan resonansi berkurang atau hilang, sehingga terdengar suara sengau (rinolalia).

f. Proses bicara
Hidung membantu proses pembentukan kata-kata. Kata dibentuk oleh lidah, bibir dan palatum mole. Pada pembentukan konsonan nasal (m, n, ng) rongga mulut tertutup dan hidung terbuka, palatum mole turun untuk aliran udara.

g. Refleks nasal
Mukosa hidung merupakan reseptor refleks yang berhubungan dengan saluran cerna, kardiovaskuler dan pernafasan. Contoh: iritasi mukosa hidung menyebabkan refleks bersin dan nafas berhenti. Rangsangan bau tertentu menyebabkan sekresi kelenjar liur, lambung dan pankreas.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Hidung Berbau

Alat Bantu Dengar Eksternal
Alat ini akan meningkatkan volume suara yang mendekati telinga. Alat ini diletakkan di belakang telinga atau di dalamnya. Alat bantu dengar yang diletakkan tepat di dalam meatus akutikus eksternus diperuntukkan bagi pasien dengan tuli derajat ringan dan sedang.  

Alat Bantu Dengar Digital vs Analog
Alat bantu dengar digital sering dapat memperbaiki kualitas dari suara. Alat yang tersedia untuk NHL selalu memiliki komponen digital di dalamnya. 

Alat Bantu Dengar Implant
  • Implan Koklea
Ini merupakan alat yang ditanam secara operasi dirancang untuk merubah suara menjadi sinyal listrik. Pada gangguan pendengaran sensorineural dapat dilakukan implantasi koklea untuk memperbaiki pendengaran sehingga akan meningkatkan kemampuan berkomunikasi pasien tuli saraf berat atau total. Pencangkokan koklea (implan koklea) dilakukan pada penderita tuli berat yang tidak dapat mendengar meskipun telah menggunakan alat bantu dengar. Alat ini dicangkokkan di bawah kulit di belakang telinga dan terdiri dari 4 bagian:
  • Sebuah mikrofon untuk menangkap suara dari sekitar
  • Sebuah prosesor percakapan yang berfungsi memilih dan mengubah suara yang tertangkap oleh mikrofon
  • Sebuah transmiter dan stimulator/penerima yang berfungsi menerima sinyal dari prosesor percakapan dan merubahnya menjadi gelombang listrik
  • Elektroda, berfungsi mengumpulkan gelombang dari stimulator dan mengirimnya ke otak.

Suatu implan tidak mengembalikan ataupun menciptakan fungsi pendengaran yang normal, tetapi bisa memberikan pemahaman auditoris kepada penderita tuli dan membantu mereka dalam memahami percakapan. Implan koklea sangat berbeda dengan alat bantu dengar. Alat bantu dengar berfungsi memperkeras suara. Implan koklea menggantikan fungsi dari bagian telinga dalam yang mengalami kerusakan.

Cara kerja Implan Koklea adalah sebagai berikut : impuls suara ditangkap oleh mikrofon, diteruskan ke speech processor yang menyeleksi informasi suara yang sesuai menjadi kode suara yang disampaikan ke transmitter. Kode suara dipancarkan melalui kabel dan menembus kulit menuju receiver atau stimulator yang berubah menjadi sinyal listrik dan diteruskan menuju elektroda-elektroda yang sesuai di dalam koklea yang merangsang serabut-serabut saraf. Saraf pendengaran ini meneruskan ke otak dan menerjemahkan informasi ini sebagai suara. Pada speech processor terdapat sirkuit listrik khusus yang berfungsi meredam bising lingkungan.
  • Bone Anchored Hearing Aid (BAHA)
Operasi jenis ini diperuntukkan untuk pasien dengan tuli konduktif atau tuli campuran. Keuntungan dengan penggunaan alat ini adalah kualitan suara yang lebih bagus dan juga memperbaiki penampilan, namun seperti halnya dengan operesi implant koklear, terkadang bisa saja terjadi hasil yang diluar harapan pasien. Juga terdapat resiko adanya rekasi jaringan dan hilangnya jaringan-jaringan dari posisinya semula di tulang tengkorak.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Tuli Kongenital

Jika terdapat keluhan kehilangan suara mendadak yang sebelumnya didahului dengan berteriak atau penggunaan suara yang kuat, menunjukkan telah terjadi perdarahan dari pita suara.

Perdarahan pita suara terjadi karena ruptur dari salah satu pembuluh darah permukaan pita suara dan jaringan lunak terisi dengan darah.

Penanganannya segera dan harus diterapi dengan istirahat suara total dan pemeriksaan oleh dokter spesialis.

Perdarahan Pita Suara

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Suara Parau

Pada prinsipnya tuli kongenital harus diketahui sedini mungkin.

Walaupun derajat ketulian yang dialami seorang anak hanya bersifat ringan, namun dalam perkembangan selanjutnya akan mempengaruhi kemampuan berbicara dan berbahasa.

Untuk menegakkan diagnosis sedini mungkin maka diperlukan skrining pendengaran pada anak. Skrining pendengaran pada bayi baru lahir (Newborn Hearing Screening).

1. Universal Newborn Hearing Screening (UNHS) : dilakukan pada semua bayi baru lahir, sebelum meninggalkan rumah sakit

2. Targeted Newborn Hearing Screening : dilakukan khusus pada bayi yang mempunyai faktor resikoterhadap ketulian

Menurut ketentuan dari American Joint Committee of Infant Hearing tahun 2000, gold standart untuk skrining pendengaran bayi adalah Automated Otoacoustic Emissions (AOAE) dan Automated Auditory Brainstem Response (AABR).

Program skrining ini telah dijalankan pada tahun 2001 dan telah diterapkan seutuhnya di Inggris.

Referat, Makalah:
Lengkap link berikut: Makalah Referat Tuli Kongenital